PEMROGRAMAN EVENT
5.1 MENGGALI
TEMA DAN JENIS EVENT.
Menciptakan sebuah event ataupun produk hampir
dipastikan melalui berbagai analisa, riset dan peluang pasar yang tersedia.
Pertanyaan-pertanyaan dan tantangan yang mendasar apakah event yang kita
lakukan memenuhi kebutuhan dan memuaskan pelanggan?. Banyak orang
bertanya-tanya sebelum membuat sebuah event/produk; apa yang dibutuhkan pasar
sekarang? Produk apa yang harus saya deliver ke pasar sekarang? Apakah produk
saya akan laku dipasaran? Apa yang sedang trend saat ini?;. Melihat peluang
pasar membutuhkan suatu kejelian dan keberanian untuk menganalisa dan
memutuskan. Dan itu semua membutuhkan informasi yang akurat baik dari konsumen,
calon konsumen maupun industri yang perlu digali baik secara langsung maupun
referensi media lainnya.
Secara grafik untuk melihat peluang pasar
mungkin akan lebih mudah dengan diagram berikut ini.
Improvement
(pengembangan eksisting)
|
Invention
(penemuan sesuatu yang baru)
|
Eficiency
(biaya vs benefit)
|
Inovations
|
Maka apa yang dinamakan dengan peluang pasar
adalah : Bahwa ada pasar untuk produk kita; atau kita menciptakan pasar untuk
produk kita.
Analisa
Market Opportunity
hasil akhir dari pemahaman kebutuhan adalah
suatu analisa potensi pasar yang tersedia bagi produk yang ingin kita ciptakan.
Biasanya penekanan ditujukan pada sektor pasar mana dan informasi apa saja yang
diperlukan bagi pelanggan atau pelanggan potensial kita. Selali riset,
informasi-informasi tentang pasar dapat kita cari melalui referensi dari koran,
internet, buku, majalah dan lainnya.
Analisa Peluang pasar ini akan sangat membantu
kita dalam menentukan informasi apa saja yang harus kita sampaikan kepada
mereka dalam :
l Produk baru apa yang harus kita kembangkan
l Modifikasi yang memungkinkan dari produk lama
l Produk lama apa yang harus ditinggalkan
l Menentukan bagaimana cara menyampaikan yang
lebih baik kepada pelanggan
Identifikasi
dan Analisa Opportunity yang eksisting
Dalam identifikasi
Opportunity Market yang eksisting, beberapa pertanyaan harus dapat dijelaskan
melalui data-data yang ada:
l Apa yang belum memuaskan konsumen sekarang?
l Apakah target konsumen kita merupakan konsumen
eksisting?
l Seberapa efektif perubahan itu terhadap konsumen
/calon konsumen kita?
Push strategyV.S. Pull strategy: Menggunakan kedua strategi untuk menggali event Anda
Dalam realitanya kita sering mendengar event-event yang bahkan
kita belum pernah mendengarnya apalagi mengetahui detil kontennya. terkadang
kita hanya samar-samar saja pernah mendengar judul atau kaitan dengan event
tersebut, tetapi karena kekurangan informasi biasanya hanya kita cuekin saja.
Misalnya saja, berapa banyak orang yang pernah mendenganr atau mengetahui
tentang woodstock, mungkin dari kalangan dewasa di kota-kota besar, mayoritas
mereka pernah mendengarnya. Berbeda dengan dengan kalangan dewasa yang tinggal
di kota-kota kecil, kemungkinan besar akan sangat sangat jarang mereka
mengenalnya. Hal ini kemungkinan juga terjadi dikalangan anak-anak muda.
Mungkin sebagian kecil dari mereka yang mengenal kata-kata woodstock.
Nah, sekarang apa hubungannya hal diatas dengan pemrograman event.
Jika target market atas event yang kita tuju memerlukan edukasi atas event
kita, dan mereka tidak banyak mengenal tentang gambaran event yang akan kita
buat, maka event organiser seharusnya menyelenggarakan event tersebut dengan kerja
lebih keras lagi. Mereka harus mengkapanyekan produk-produk event tersebut
dengan berbagai trik dan cara berpromosi kepada kita agar pengetahuan atas
segmen pasar yang kita tuju lebih luas dari yang ada.
Ada juga event yang sebenarnya sangat kita tunggu-tungu tetapi
belum ada yang menyelenggarakannya, padahal orang-orang yang sama seperti kita
cukup banyak jumlahnya.
Jadi event apa yang harus kita buat? Dengan memahami strategi ini
maka event organiser akan dapat menggali tema-tema event dari sisi konsumen
atau dari sisi kontent yang ingin kita sampaikan kepada mereka.
Dalam bahasa event, push-pull
strategy mengacu pada cara yang
berbeda dalam membuat event untuk mencapai target
market. Dalam push strategy, anda
“mendorong” konten atau produk anda kepada audien yang peduli atau mungkin
tidak peduli dengan hal itu.
Dan sebaliknya, skenario pull
strategy, konsumen ditarik oleh konten atau produk anda ke arah mereka,
karena mereka pernah mengenal atau berminat untuk lebih mempelajari mengenai
hal tersebut.
Dengan kata lain, push
strategy melibatkan usaha yang aktif
untuk menarik target market melalui
metode push marketing seperti iklan di website yang relevan, e-mail
marketing dan praktek cold calling
atau e-mailing prospek, advetorial
dan metode lainnya yang lebih menekankan kepada suatu deskripsi atau penjelasan
yang lebih rinci.
Disisi lain, pull strategy melibatkan pengembangan secara aktif
merk/kontent yang benar-benar dapat dilihat. Hal ini mendorong konsumen untuk
mencari produk anda, karena mereka yakin anda dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Metode yang umumnya digunakan adalah pull marketing seperti wawancara
media, pembicara konferensi, sindikasi konten dan word of mouth.
Dalam push marketing,
anda terutama fokus pada fitur produk atau layanan dan anda mencari respon
langsung dari target audien. Mereka
bisa saja membeli, tidak membeli atau memilih masuk kedalam newsletter anda untuk lebih permission based marketing.
Disisi lain, pull marketing
fokus pada pembangunan bisnis atau merk personal anda. Target pasar anda lebih
tersebar dan tidak secara kaku terdefinisi oleh tindakan anda: anda tidak
mengirim e-mail 20 target prospek,
anda buat publisitas pada pengguna akhir yang akan menemukan anda secara tidak
sengaja.
Pada batas tertentu, push
marketing seringkali melibatkan strategi jangka pendek berupa iklan
berdurasi waktu atau event tertentu
(tawaran keanggotaan baru, memanfaatkan situasi Natal) sementara pull marketing fokus pada pengembangan
kepercayaan dan nilai yang diterima.
Studi kasus :
POLICE ACADEMY STUNTMAN SHOW
Ketika team kami memberikan proposal kepada manajemen untuk
mengadakan show Police Academy stuntman show, tanggapan tiap anggota
berbeda-beda. Ooh itu kan cerita police academy waktu kita kecil. Walah kamu
mau bikin sekolah polisi di ancol?, lho, opo maneh iku..? wah itu bagus, kaya
yang di australi atau amerika kan show nya?, weleh gak usah ambil resiko
lah..itu di indonesia gak dikenal, no comment deh, gak dong saya…
Sebagian orang mengenal bahkan pernah melihat event police
academy, sebagian besar belum pernah dan bahkan skeptis tentang tema yang akan
kami ajukan. Ini kenyataan bahwa setiap orang bebas mengekspresikan pendapatnya
dengan gaya bahasa dan bentuk kata mereka. Mulai dari yang mendukung,
mengetahui, memberikan pendapat hingga yang skeptis atas tema yang akan kita
buat. Padahal itu dalam satu atap organisasi yang notabene pengetahuan dan
wawasan mereka cukup tinggi.
Kita sebagai team dari police mau tidak mau harus memberikan
edukasi, deskripsi dan argumentasi atas tema tersebut. Dengan data-data yang
kami miliki, kami berusaha menjelaskan kepada mereka baik pada saat formal
maupun informal. Setiap orang membutuhkan waktu untuk mencerna informasi yang
diperoleh, mencari referensi lebih lanjut, membandingkan dengan yang lain
hingga akhirnya memberikan pendapat dan keptusan. Dan untuk mengedukasi
tersebut tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu sehari dua hari.
Artinya apa, bahwa team harus menggunakan push strategy kepada
manajemen dahulu sebelum melakukan push strategy kepada segmen pasar yang kita
tuju. Pada waktu itu analisa ktia adalah bahwa kualitas show police academy
kita yakini bagus, dengan berbagai referensi show police academy di
negara-negara lain seperti australia, amerika dan bahkan dari italia sendiri.
Kita yakin bahwa orang yang akan menonton tidak akan kecewa bahkan mereka akan
menyukainya.
Lalu kita menyusun langkah-langkah dan strategi edukasi (push
strategy) kepada target markt kita. Melalui media tv, cetak, radio, billboar,
leaflet dan lainnya kita berfokus pada dua hal : pertama bahwa police academy
stuntman show adalah pertunjukan akrobatik mobil (sunt) dan yang kedua adalah
bercerita action antara polisi melawan penjahat.
Dan benar saja, ketika kami melakukan tes dengan teaser-teaser,
banyak sekali responden kita yang mempunyai pendapat berbeda-beda : memang
ancol mau bikin sekolah polisi ya?, di ancol ada pendidikan polisi sekarang?,
polisi-polisi sekarang latihannya di ancol?, wah ada motor show di ancol?,
kapan ada balap mobilnya?, apaan sih itu?, oh itu show kayak di tv dulu ya,
yang kartun police academy?, wah ada police academy stuntman di ancol..keren..
Hampir sama dengan linkungan organisasi kami, bahwa tanggapan
orang berbeda-beda atas tema yang kita tawarkan kepada mereka. Karena kami
lebih mengetahui tentang konten event tersebut, maka kami juga yang harus
menyampaikan kepada calon konsumen kita agar pemahaman atas event itu diterima
oleh konsumen.
Kapan Kita Menggunakan Strategi Push Marketing?
Jika anda memiliki blog
atau produk baru, strategi push awal
yang dilakukan sangat berguna karena merk/produk anda belum dikenal oleh target market. Secara aktif menarik
teman dalam jaringan anda dan menyampaikan artikel terbaik anda merupakan cara
jitu yang dapat dilakukan karena anda belum memiliki audien yang akan
melakukannya untuk anda.
Kesalahan terbesar yang biasanya terjadi adalah dengan
mengasumsikan bahwa blogger dan
konsumen potensial tahu mengenai artikel atau produk anda. Jika website anda benar-benar baru, sulit
untuk memperoleh perhatian dan media mungkin tidak yakin mengenai konten atau
pengalaman anda.
Push marketing membuat merk anda tersebar luas dan terlihat dimana-mana. Hal ini
juga akan membantu anda memperoleh leads
yang dapat anda ubah menjadi konsumen loyal.
Kapan Kita Menggunakan Strategi Pull Marketing?
Pull marketing seharusnya digunakan bersamaan dengan push marketing sebisa mungkin. Sebagai contoh, anda dapat menarik
pembeli dengan menciptakan konten yang relevan. Setelah mereka mendaftar dalam
komunitas atau berlangganan newsletter
anda, anda dapat mulai push marketing
pada segmen tertentu dari audien yang sudah didapat.
Ada beberapa hal dimana pull
marketing berhubungan dengan masalah tertentu. Jika model monetisasi
(proses untuk menjadi uang) anda melibatkan penyediaan layanan yang melekat
pada merk (konsultasi), anda membutuhkan saluran penjualan yang dibangun dari
kepercayaan end user.
Prospek harus merasa yakin bahwa anda adalah solusi terbaik bagi
permasalahan mereka.
PEMROGRAMAN KESELURUHAN
Perencanaan dan pemrograman event adalah
event itu sendiri, karena hampir 60% pekerjaan event berada pada perencanaan
dan pemrograman. Setiap hal-hal yang detil harus dibahas dan diektahui bersama
sehingga semakin detil sebuah perencanaan itu akan semakin baik bagi semua
anggota tim untuk mengambil keputusan dilapangan.
Pemrograman sebuah event pad dasarnya
adalah mencakup item-item pokok, mencakup :
v Pilihan Entertainment
(artis, materi show, Atmosfir)
v Dekorasi dan disain (Ambiance)
v Pemilihan venue/site yang layak (Kesesuaian)
v Supplier dan vendor
v Audio-Visual, Electrical
Services
v Staging
& Lighting (kebutuhan
produksi)
v Event
resources, budget concerns (Affordability)
v Catering & pilihan menu (Layanan Makanan)
v Isu legal dan tanggungjawab
(Legalitias)
v Perijinan dan keamanan
v Hotel dan akomodasi
v Lalulintas dan Parkir (Transportasi)
v Akses handicap
& kebutuhan khusus (Special needs)
v Dan lainnya.
Setiap event akan mempunyai detail yang
berbeda. Event pernikahan tidak sama dengan event musik, event konferensi tidak
sama dengan dengan event talk show dan event sport tidak sama dengan event
religi. Dengan mengetahui poin-poin pokok itu, anda bisa mengembangkan ke arah
yang detil.
Setiap event organiser selalu menginginkan
event nya terlaksana dengan sukses dan tanpa kendala yang berarti. Ini berarti
memerlukan pengetahuan yang mendalam akan sebuah proses dari detik ke detik dan
dari tingkat satu ke tingkat lainnya, keahlian dalam mengambil keputusan dan
menganalisa resiko dan kejadian yang memungkinkan membuat event tersebut gagal
ataupun terhambat. Tidak semua perencanaan berjalan seratus persen sama dengan
pelaksanaan dilapangan, di setiap perjalanan sering terjadi perubahan baik oleh
tim kita sendiri, manajemen, alasan sponsor maupun alasan keamanan. Tetapi
semakin detil pengetahuan akan perencanaan dan lokasi maka akan semakin cepat
pula anda berpikir dan bertindak. Semakin tidak detil dan tidak pengalaman
anda, maka akan semakin tidak efektif pula perencanaan anda.
Ada Beberapa hal
yang menyebabkan perencanaan sebuah event
tidak efektif, misalnya:
v Lambatnya pengambilan keputusan
v Dana dan biaya yang tidak cukup terhadap
rasio anggaran
v Penundaan dan waktu perencanaan yang sempit
v Sedikit atau tidak punya pengalaman dalam
perencanaan event
v Sedikit atau tidak ada rencana yang memberi
perhatian pada detil yang penting
v Wawasan dan pengetahuan
v Tidak ada rencana, timeline, jadwal atau agenda tertulis
v Tidak ada jasa profesional/ahli yang
mendampingi
v Tidak ada prioritas, rencana dan pelayanan
v Tidak ada komitmen waktu, perhatian, dan
tenaga yang cukup untuk melakukan apa yang perlu dilakukan yang akan mendorong
keberhasilan event.
v Membuat asumsi yang salah mengenai apa yang
harus diperhatikan dan apa yang tidak
v Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar
entitas yang terlibat mengenai tugas-tugas, tanggung jawab, dan waktu
pelayanan.
v Tidak ada perencana event yang benar-benar berpengalaman dan berdedikasi yang
dipekerjakan untuk menjalankan operasional dan untuk memastikan segala sesuatu
yang dibutuhkan terlaksana tepat waktu
v Memiliki sikap mental yang negatif dan kurang
memiliki komitmen untuk mengerjakan sesuatu yang memastikan segalanya
terlaksana dengan baik.
v Nato (no action talk only)
Keputusan adalah tonggak awal untuk
bertindak, jadi persiapkan segala data dan analisa sebelum mengambil keputusan
dengan dasar yang logis dan dapat dipertanggung jawabkan. Karena semakin
sedikit data yang diperoleh maka akan semakin lama lama pula dalam pengambilan
keputusan. Beberapa orang yang risk averse (penghindar resiko) bahkan selalu
menunda-nunda keputusannya karena takut dalam menghadapi resiko dan kesalahan
di depan.
Beberapa event
yang gagal memiliki anggaran yang tidak realistis dan berada dibawah yang
semestinya. Sehingga menyebabkan event
mengalami kegagalan sebelum rencana yang sebenarnya dilaksanakan. Dana yang
telah dikumpulkan dikeluarkan untuk melakukan sesuatu yang disebut “fluff”. Yaitu sesuatu yang bukan
merupakan fokus utama event dan
sesuatu yang hanya memiliki dampak pada kesan yang kecil dan tidak abadi dari
keseluruhan event. Dalam bahasa
keseharian kita adalah belanja atas hal-hal yang “tidak penting” dan “nggak
ngefek”. Banyak sekali event yang
tidak dapat dilaksanakan karena kurangnya dana dan karena pengeluaran yang
dilakukan untuk item yang bukan
menjadi prioritas.
Kesalahan perencanaan yang tidak efektif
lainnya adalah penundaan, yaitu tidak diberikan waktu yang cukup untuk
melakukan sesuatu yang perlu diselesaikan. Ketiadaan komitmen waktu untuk
melakukan sesuatu yang perlu dilakukan sehingga menyebabkan ketergesa-gesaan
membuat individu stres dan tidak dapat menikmati antisipasi pekerjaan yang
dilakukan.
Beberapa event
dengan serampangan dikerjakan oleh orang yang tidak berpengalaman yang secara
jujur sebenarnya ingin melakukan yang terbaik bagi kesuksesan event, namun kurang pengalaman untuk
menghasilkan event seperti yang
mereka impikan. Beberapa event
memiliki perencanaan yang tidak cukup karena jumlah waktu yang digunakan untuk
melakukan perencanaan juga tidak cukup. Beberapa tidak membuat perencanaan yang
baik dan tidak melatih diri mereka untuk menyelenggarakan event yang mereka sendiri ingin terjadi.
Wawasan dan pengetahuan atas event itu
sendiri menjadi penting. Semakin bayak wawasan dan pengetahuan kita, maka akan
semakin banyak referensi yang kita dapat, sehingga dalam perencanaan kita dapat
membandingkan antara satu dengan lainnya.
Beberapa orang tidak melihat kebutuhan akan
perencanaan tertulis yang seharusnya juga memasukkan time line dari awal sampai event
selesai dan juga urutan pelaksanaan event
dan pemberitahuan mengenai keberhasilan event
yang diharapkan.
Beberapa tidak memiliki pelayanan yang cukup atau
tidak memiliki organisasi atau pendelegasian pada jasa profesional yang
seharusnya dikontrak untuk melaksanakan event.
Ada beberapa jasa yang seharusnya diserahkan saja pada profesional. Kita tidak
harus melaksanakan semua jenis kegiatan sendiri, menggandeng
organisasi-organisasi lain maupun perorangan akan membuat kita lebih bisa fokus
terhadap hal-hal yang utama.
Beberapa tidak memiliki prioritas perencanaan
dan pelayanan. Sehingga mereka tidak menganggarkan setiap pelayanan yang harus
dilakukan. Beberapa membuat asumsi bahwa penyedia jasa itu dapat membaca
pikiran mereka dan setiap orang selalu bersepakat dengan pemahaman tentang apa
yang diinginkan untuk event mereka.
Membuat asumsi adalah satu kesalahan besar yang sering dilakukan oleh banyak
orang saat merencanakan event.
Satu-satunya asumsi yang benar yang dapat dibuat adalah perencanaan yang tidak
mencakup secara detil dan tidak tertulis akan segera terlupakan seiring dengan
semakin dekatnya waktu pelaksanaan event.
Kesalahan utama yang terakhir dari
perencanaan yang tidak efektif adalah kurangnya komunikasi dengan entitas yang
terlibat yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab tertentu sebagai elemen
kunci event. Khususnya tidak
berkomunikasi langsung dengan entitas tertentu lewat telepon atau e-mail merupakan resep dari kesalahan
ini.
Ada orang yang bertipe nato (no action talk
only), mereka selalu membicarakan hal-hal yang bagus yang di awang-awang,
tetapi tidak mau mengerjakan hal-hal yang lebih nyata/realistis.
Apa sebenarnya
tujuan dari perencanaan yang detil itu? Sebagian besar di dedikasikan untuk
mengurangi resiko dan keadaan emergency dilapangan. Keadaan emergency yang
seharusnya dapat dihindarkan melalui perencanaan tadi, ternyata di tengah jalan
tidak terdekteksi oleh team.
PRIORITAS
Dalam keadaan yang banyak resiko dan
emergency, maka event manager memerlukan suatu prioritas pemikiran dan tindakan
atas event yang akan maupun sedang berjalan. Tergantung pada tipe event, fokus dan penekanan terhadap
prioritas tertentu sangat beragam. Saat menentukan prioritas pelayanan
kadang-kadang kita belum mempunyai clue
ketika pertama kali kontak, wawancara, dan bekerja bersama. Beberapa orang
umumnya memulai dan terkadang menyelesaikan sesuatu dengan entitas yang telah
mereka kenal dengan baik dan sudah merasa nyaman. Masalah yang timbul dengan
pendekatan ini umumnya adalah membiarkan tim memprioritaskan arahan pada aspek
yang kurang penting dan sehingga mengabaikan faktor-faktor yang sebenarnya
merupakan prioritas utama dimana keberhasilan event secara keseluruhan tergantung pada faktor tersebut.
Kurangnya pemahaman mengenai tujuan event dan prioritas yang baik sering
menyebabkan seseorang membeli atau mengeluarkan uang untuk area-area yang
kurang penting yang kemudian baru diketahui tidak ada ketersediaan atau sumber
daya untuk melaksanakan pelayanan yang sebenarnya berkontribusi paling
signifikan bagi keberhasilan keseluruhan event.
Beberapa orang baru kemudian merasakan bahwa apa yang sebenarnya mereka
butuhkan tidak tersedia. Sehingga mereka harus puas dengan segala yang telah
terjadi, dimana mereka tidak mendapatkan elemen penting dari apa yang harapkan
sepanjang hidup mereka. Statistik finansial yang lain juga menunjukkan bahwa
tidak tepatnya prioritas yang dilakukan akan menyebabkan lebih banyak uang yang
keluar hanya untuk memperbaiki kesalahan karena kurangnya perencanaan dan
prioritas yang buruk.
EMERGENCY
Emergensi adalah segala sesuatu berupa
kesalahan yang tidak terhindarkan. Ada sesuatu yang dapat anda rencanakan, dan
ada yang tidak. Yang harus disadari adalah bahwa segala sesuatu bisa salah
sebelum atau pada saat event
berlangsung, namun yang harus dipahami bahwa hal itu sangat normal. Mengatasi
terjadinya kesalahan tersebut adalah hal yang lain. Event yang dianggap memiliki sedikit kesalahan adalah yang fokus
pada gambaran besar dan memiliki rencana kontingensi. Bagaimana rencana anda
untuk mengatasi sesuatu yang salah dalam event
anda? Meskipun tidak mungkin ada orang yang dapat merencanakan segala hal, ada
beberapa pertimbangan utama yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau
menghilangkan hal tersebut.
Pertimbangan utama yang pertama adalah
mempekerjakan jasa profesional untuk melaksanakan event anda. Kemampuan untuk memahami dan rencana kontingensi adalah
bagian dari pekerjaan mereka. Yang kedua adalah, tetap fokus pada gambaran
besar dan jangan bersusah payah dengan hal yang kecil, maksudnya lakukan
delegasi. Dan yang ketiga adalah pemahaman bahwa “Devil is in the details”. Yaitu, rencanakan event anda dengan detil mengenai apa yang telah dan akan terjadi
dan siapa yang bertanggung jawab untuk tugas-tugas spesifik tersebut.
Mengerjakan detil event anda sebelum
minggu dan hari event dan anda akan
benar-benar menjadi bagian pekerjaan yang mendepak devil dari event anda.
Keempat, buat rencana kontingensi atau rencana cadangan. Pikirkan dengan detil
dan semua jasa yang direncanakan dan atasi semua kondisi dan situasi yang
mungkin akan mengganggu. Memiliki rencana kontingensi akan mengatasi
setiap kondisi yang berlawanan dan tetap akan menempatkan tujuan tetap pada
jalurnya sehingga event dapat
berjalan senormal mungkin. Kelima, biarkan yang lain mengerjakan pekerjaannya
sendiri. Yaitu biarkan setiap orang yang terlibat dalam perencanaan dan
penyelenggaraan event anda berada
dalam rencana event dan apa rencana
kontingensi yang telah dibuat untuk menghadapi keadaan emergensi.
Sekali lagi, anda tidak bisa mengatasi setiap
detil atau emergensi, dan tidak akan pernah berakhir jika anda mencobanya, yang
bisa dilakukan adalah dengan merencanakan.
MEMBUAT ACARA YANG MENGESANKAN (MEMORABLE)
Seringkali kita menonton acara dengan rasa
jengkel dan asem. Weleh acara apaan itu tadi. Acara yang menyebabkan pengunjung
kecewa dan memberikan komentar-komentar yang negatif, akan membahayakan potensi
masa depan event itu sendiri. Selain produk-produknya yang di cap jelek,
penyelenggaranya pun akan terkena imbas bahwa hasil kreasi organiser itu
jelek-jelek.
Sehingga momentum apa yang kita perlukan agar
mereka dapat mengingat event dengan baik? Satu jawaban adalah untuk membuatnya
menjadi unik, menarik dan menyenangkan dengan format pertunjukan yang memukau!
Banyak event organiser lebih memperhatikan
tentang detil fungsi pengisi acara secara terpisah pisah. Mereka khawatir jika
pelawak/pemain komedi tidak akan bekerjasama dengan kompak, artis-artis
melakukan interaksinya dengan penonton tetapi melakukan/membuat lelucon yang
tidak lucu, atau pemain sulap yang trik-triknya ketahuan oleh penonton. Ini
mungkin akibat atau berkaitan dengan suatu pengalaman sebelumnya oleh pemain
yang tidak profesional atau suatu cerita yang mengerikan dari seorang rekan
kerja.
Sebagian lagi event organiser sering terjebak
kedalam permasalahan biaya. Demi menghemat biaya dan mengejar ROI (Return on
Investment) event organiser kemudian memotong anggaran-anggaran yang tidak
berhubungan langsung dengan kativitas yang mendatangkan uang. Misalnya untuk
membeli tambahan dekorasi atau alat yang digunakan untuk menciptakan
kesan-kesan kepada pengunjung.
Bagaimanapun,
adalah penting untuk tetap mengingat bahwa pertunjukan yang baik dapat
menambahkan nilai luar biasa pada sebuah event dan membuat itu menjadi
menyenangkan, hal mengesankan yang berfungsi positif. Itu dapat membuat team
merasa terlibat untuk bekerja bersama sebagai team yang kompak; hal itu dapat
membuat mereka tertawa dan merasa baik dalam suatu project
Lalu apa
yang menjadi kriteria umum bahwa event itu spesial? ketika kita mendatangi
sebuah acara, seringkali secara spontan mengungkapkan hal-hal yang kita sendiri
tidak menyangka, mungkin karena lupa atau karena kita tidak sadari. Kesan yang
di peroleh oleh setiap orang mempunyai kadar dan jenis yang berbeda-beda, oleh
karenanya kita dapat menarik kesimpulan secara pribadai bahwa acara tersebut
memang mengesankan karena :
·
Had an
entertaining time
·
Had an awful
time
·
Felt inspired
to do something new
·
Had an
experience that I can still recall
·
Learned new
stuff that enriches my life
·
Felt valued by
my hosts
·
Did something
I feel great about
·
Changed my
approach, my attitude and/or myself
Ada beberapa
point penting yang harus diingat oleh para event organise agar event nya dapat
memberikan kesan-kesan yang positif (memorable), misalnya :
Aksen-aksen
surprise atau kejutan akan membawa emosi pengunjung kepada sebuah pengungkapan
yang spontan. teriakan-teriakan surprise atau yang sering kita istilahkan “Wow
effect” akan muncul dari penonton atas hal-hal yang belum pernah mereka
rasakan, mereka lihat atau mereka dengar sebelumnya. Hal-hal yang terduga oleh
para pengunjung. Keujutan ini dapat dilakukan baik melalui perantara pengisi
acara, dekorasi maupun teknologi (spesial efek, peralatan dan acessories) yang
digunakan.
Event anda
dapat dinikmati oleh 5 (lima) panca indera kita. Artinya baik dari sisi
pendengaran, sisi penglihatan hingga penciuman tidak terganggu ketika menikmati
event anda. Misalnya tidak ada bau sampah atau bau yang tidak enak disekitar
penonton, atau pandangan yang menyilaukan mata sehingga membuat pengunjung
tidak enjoy. Sound system yang memekakkan telinga atau ruangan yang terlalu
sempit untuk para undangan. Hal-hal sepert ini harus dihindari agar tidak
mendapatkan komplain dari panca indera siapa saja.
Mengatur
irama emosi yang bervariatif. Event yang selalu menegangkan akan terlihat
monoton, meskipun itu sagat bagus. Dengan memainkan jalannya acara melalui
emosi, kita akan dapat memahami dan mengatur irama kapan saatnya menegangkan,
kapan saatnya harus bertepuk tangan, kapan saatnya tertawa, kapan saatnya
menarik nafas panjang, kapan saatnya santai dan irama-irama emosi lainnya. “Ketika
melakukan penulisan untuk film dan TV," kata Rothstein, " kita harus
lebih dulu menguasai seni penambahan masing-masing kejadian dengan sentuhan
emosi yang tepat... menambah arti dari momen penting."
Acara yang
di berikan harus beda dan kreatif. Tak seorangpun ingin melihat hal yang sama
seperti yang telah mereka lihat sebelumnya, membawakan sesuatu yang baru pada
pengunjung dengan resiko-resiko yang kita hadapi, sesuatu untuk menjaga minat
atau ketertarikan mereka. Semakin kita berani untuk tampil beda dengan cara
berani pula mengambil resiko tersebut, jika sukses maka event anda akan
dikenang karena anda tampil dengan ciri yang bervariasi.
Menciptakan
suatu pengalaman - tidak hanya suatu peristiwa/acara tetapi membuat acara itu
mengesankan dengan menambahkan sebuah " sentuhan kemasyuran" atau
suatu bujukan/tawaran khusus. Misalnya dengan memberikan atmosfer yang menjiwai
event tersebut atau yang sering kita sebut “feel” event atau bisa juga suatu kenang-kenangan berupa
merchandise yang dapat dibawa pulang.
Membuat
sesuatu yang pasif menjadi aktif. Misalnya dengan mengijinkan/memberikan waktu
untuk bertatap muka menghadapi networking dan berinteraksi dengan pengunjung.
Interaksi antara artis/pengisi acara acara dengan penonton akan memberikan
dampak yang lebih permanen. Hal ini dapat menciptakan suatu pengalaman/memory
yang lebih melekat kepada penonton/pengunjung karena mereka dianggap sebagai
bagian yang hidup atas event tersebut. Bahkan hanya dengan tepukan atau
menyanyi bersama dengan mereka. Bagi sebagian artis interaksi dengan mereka
sering menggunakan jabat tangan atau kontak fisik dengan penonton.
Berkaitan
dengan pengisi acara, dalam kebebasan ekspresinya diatas panggung, artis atau
pengisi acara harus memberikan kesan yang ramah kepada pengunjung/penonton.
Mereka harus menjaga diri dari komentar-komentar yang yang tidak sesuai dari
penonton.
Menghindari
kata-kata yang tidak pantas di ucapkan didepan undangan/tamu/penonton.
Semua tindakan perlu
mempunyai tujuan baik. Membuat pendengar tertawa bersama-sama adalah suatu hal
yang sangat bagus, tetapi ketawa harus tidak dengan mengorbankan orang lain.
Tidak perlu mengeluarkan
banyak uang untuk mempunyai/memiliki suatu pengalaman yang luar biasa. Misalnya
: Bayangkan perkawinan itu sebagai film, dan pikirkan tentang nyanyian yang
akan koordinasi terbaik dengan acaranya. Sebagai contoh, membayangkan yang
prosesional, upacara lilin kesatuan, tarian ayah dengan putrinya
father/daughter dance), tarian Ibu dengan putranya (mother/son dance) atau
bahkan suatu persembahan khusus kepada seseorang orang yang penting di dalam
hidup mereka yang seperti anda mendengarkan bunyi klip nyanyian yang ditulis
hanya untuk momen tersebut.
Pada
dasarnya event organiser atau event manager ingin menciptakan suatu event
mengesankan untuk pengunjung mereka, walaupun dalam keterbatasan sumber
dana. Mereka tetap harus jalan dengan
gaya-gaya minimalisnya melalui eksplorasi terhadap kehalian mengolah emosi dari
artis maupun pengisi acaranya, pelayanan dan permainan emosi pengunjung. Mengapa? Sebab itu yang akan diingat oleh
semua orang baik acaranya, panitia dan organisasi penyelenggaranya yang
akhirnya dapat memperkuat investasi merek pada anda.
Garis
bawahnya adalah orang-orang itu tidak akan memperbicangkan tentang tanda atau
benda hiasan di tengah meja setelah acara, tetapi mereka akan ingat dan
menceritakan cerita tentang pertunjukan, seperti ketika menyampaikan "wow
efek" (faktor sesuatu yang hebat sekali) bagi event manapun. Kuncinya adalah
fokus pada event. Rekrutlah orang yang benar, yang dapat dengan baik
menyampaikan message (pesan) dan gerakkan penonton agar bertindak dan menyatu,
dan itu akan menjadikan event yang mempunyai “feel” yang akan terus
diperbincangkan orang-orang pada tahun yang akan datang.
ANALISA SWOT DALAM PEMRROGRAMAN
EVENT
sebenarnya
ada banyak sekali cara yang digunakan oleh management dalam menganalisa apakah
suatu event tersebut layak untuk dijalankan atau tidak, atau event apa yang
paling mungkin untuk dijalankan oleh manajemen. SWOT merupakan salah satu alat
yang digunakan untuk menganalisa hal tersebut yang dapat membantu menerangkan
dari kondisi internal dan external event. Pada umumnya ini digunakan untuk
menganalisa suatu perusahaan, tetapi dalam lingkup kecil, hal ini bisa
dilakukan untuk penyelenggaraan event yang menjadi alat bagi perusahaan itu
juga. Artinya dalam setiap penyelenggaraan event kita harus mengetahui bahwa
event itu didasarkan pada kondisi pasar, persaingan dan kemampuan kita, apa
yang kita mau belum tentu apa yang konsumen mau, dan apa yang kita mau belum
tentu bisa bersaing dengan event yang dilaukan oleh perusahaan lain.sehingga
apa yang akan kita lakukan perlu untuk dilakukan cross cek kepada : apa yang
perusahaan lain perbuat dan apa yang konsumen lebih tertarik serta apa yang
menjadi ancaman produk kita.
SWOT
SWOT
merupakan singkatan yang digunakan untuk menjelaskan apa yang disebut Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman) yang merupakan faktor
strategik bagi perusahaan. Analisis SWOT seharusnya bukan hanya berakhir pada
identifikasi kompetensi inti perusahaan, tapi juga identifikasi peluang dimana
perusahaan tidak mampu mengambil keuntungan dikarenakan kurangnya sumber daya
yang tepat. Kerangka kerja anilisis SWOT telah diterima luas karena sederhana
dan berdaya guna bagi pengembangan strategi. Bagaimanapun, seperti perangkat
perencanaan lainnya, SWOT sama baiknya dengan informasi yang dimuat. Riset
pasar yang menyeluruh dan sistem informasi yang akurat sangatlah penting bagi
analisis SWOT untuk mengidentifikasi isu kunci dalam lingkungan.
Menilai
pasar anda:
1. Situasi
eksternal dan internal apa yang mempengaruhi perusahaan?
2. Siapa
konsumen kita?
3. Apa saja
kekuatan dan kelemahan tiap-tiap pesaing? (Pikirkan Keunggulan Bersaing)
4. Apa yang
menjadi faktor pendorong selain trend penjualan?
5. Pasar apa
yang penting dan secara potensial penting?
6. Kejadian apa
di dunia yang mempengaruhi perusahaan anda?
7. Tindakan apa
yang perlu diambil untuk berhasil dalam pasar ini? (Buat daftar kekuatan semua
perusahaan yang diperlukan untuk bersaing secara sukses di pasar)
Menilai
perusahaan anda:
·
Tindakan terbaik apa yang sudah kita lakukan?
·
Sumber daya apa yang perusahaan miliki –
aset, properti intelektual, dan orang?
·
Apa kapabilitas perusahaan kita?
Menilai
pesaing anda:
·
Bagaimana kita bisa berbeda dari pesaing
kita?
·
Apa saja kondisi umum pasar bisnis kita?
·
Kebutuhan apa saja bagi produk dan layanan
kita?
·
Apa peluang customer-market-technology?
·
Apa saja masalah yang dihadapi konsumen dan
keluhan dengan produk dan layanan dalam industri?
·
Apa saja pernyataan “Bagaimana jika ….” yang
konsumen sampaikan?
Merupakan wilayah “kebutuhan” yang mana
perusahaan dapat menghasilkan keuntungan.
Ancaman
Tantangan yang diberikan oleh trend yang
tidak sesuai atau perkembangan yang membawa (tanpa tindakan antisipasi)
penurunan keuntungan atau penjualan.
Sebuah evaluasi dibutuhkan untuk menyimpulkan
bagaimana peluang dan ancaman mempengaruhi perusahaan.
Analisi pesaing merupakan aspek penting dalam
tahap ini.
·
Identifikasi pesaing aktual.
·
Nilai tujuan, strategi, kekuatan dan
kelemahan, dan pola reaksi.
·
Pilih pesaing yang dapat diserang atau
dihindari.
Analisis Internal
Analisis internal merupakan analisis kekuatan
dan kelemahan yang fokus pada faktor-faktor internal yang memberikan informasi
pada organisasi mengenai keunggulan dan kelemahan tertentu dalam memenuhi
permintaan pasar. Strength berarti
kompetensi inti yang memberikan perusahaan sebuah keunggulan dalam memenuhi
kebutuhan pasar. Setiap analisis kekuatan perusahaan seharusnya berorientasi
pasar atau fokus pada konsumen karena kekuatan hanya bermanfaat jika hal
tersebut membantu perusahaan memenuhi kebutuhan konsumen. Kelemahan berarti
keterbatasan perusahaan dalam menghadapi perkembangan atau implementasi
strategi. Kelemahan juga seharusnya ditentukan dari sudut pandang konsumen
karena seringkali konsumen menerima kelemahan yang tidak disadari perusahaan.
Menjadi fokus pada pasar saat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan tidak
berarti melupakan kekuatan dan kelemahan yang tidak berorientasi pasar. Jadi,
ini menyarankan pada semua perusahaan untuk menetapkan kekuatan dan kelemahan
sesuai dengan persyaratan yang diajukan konsumen. Hanya dengan itu kekuatan
yang terkait dengan kepuasan konsumen seharusnya dipertimbangkan sebagai
kompetensi inti yang sebenarnya.
Area analisis dibawah ini digunakan untuk
melihat semua faktor internal yang mempengaruhi perusahaan:
· Sumber daya: keuntungan, penjualan, kualitas
produk yang terkait dengan merk, keseluruhan merk yang ada, biaya relatif
produk baru, kapabilitas karyawan, analisis porto folio produk
· Kapabilitas:
Tujuan: untuk mengidentifikasi strategi
kekuatan, kelemahan, masalah, hambatan, dan ketidakpastian.
Analisis Eksternal
Analisis
eksternal menentukan peluang dan ancaman yang ada di lingkungan. Kedua hal
tersebut selalu ada dalam hidup sebuah perusahaan. Cara untuk membedakan antara
kekuatan atau kelemahan dari peluang atau ancaman adalah dengan menanyakan: apakah
isu ini ada jika perusahaan tidak ada? Jika jawabanya ya, dapat dianggap
sebagai eksternal perusahaan. Peluang dapat dinyatakan sebagai keadaan
lingkungan yang menyenangkan yang menghasilkan keuntungan bagi organisasi jika
ditindak lanjuti dengan baik. Sehingga, peluang merupakan situasi yang ada tapi
harus ditindaklanjuti jika perusahaan ingin mengambil keuntungan dari hal
tersebut. Ancaman dinyatakan sebagai kondisi atau hambatan yang mencegah
perusahaan dari mencapai tujuannya.
Area
analisis dibawah ini digunakan untuk melihat faktor eksternal yang mempengaruhi
perusahaan:
·
Analisis konsumen: Segmentasi, motivasi,
kebutuhan yang tidak terpenuhi
·
Analisis kompetif: Identifikasi secara
lengkap, kumpulkan dalam kelompok stratejik, evaluasi kinerja, imaj, tujuan
mereka, strategi, budaya, struktur biaya,
kekuatan, kelemahan
·
Analisis pasar: Ukuran keseluruhan, proyeksi
pertumbuhan, profitabilitas, hambatan masuk, struktur biaya, sistim distribusi,
trend, faktor kunci keberhasilan
·
Analisis lingkungan: Teknologi, pemerintah,
ekonomi, budaya, demografi, scenarios, area kebutuhan informasi
Tujuan:
Untuk mengidentifikasi peluang eksternal, ancaman, tren, dan ketidakpastian
strategi.
Matriks SWOT
Matriks SWOT membantu memvisualisasi
analisis. Juga, saat melakukan eksekusi analisis ini penting untuk memahami
bagaimana elemen tersebut berfungsi bersama. Ketika sebuah organisasi
mencocokkan kekuatan internal dengan peluang eksternalnya, akan menciptakan
kompetensi inti dalam memenuhi kebutuhan konsumennya. Dan juga, sebuah
organisasi seharusnya bertindak untuk mengubah kelemahan internal menjadi
kekuatan dan ancaman eksternal menjadi peluang.

Fokus pada kekuatan anda.
Buang kelemahan anda.
Kapitalisasi peluang anda.
Sadari ancaman anda.
Analisis Kompetitif
Identifikasi
a.
Dengan siapa
kita bersaing?
b.
Siapakah
pesaing kita yang paling kuat? Siapa yang tidak kuat?
c.
Siapa
pembuat produk substitusi?
d.
Dapatkah
pesaing-pesaing itu dikelompokkan menjadi kelompok strategik yang didasarkan
pada aset, kompetensi, atau strategi?
e.
Siapa saja
pesaing potensial yang baru masuk? Apa saja hambatan mereka untuk masuk?
Evaluasi
1.
Apa strategi
dan sasaran mereka?
2.
Bagaimana
struktur biaya mereka? Apakah mereka memiliki keunggulan atau ketidak unggulan
biaya?
3.
Apa saja
imej dan strategi positioning mereka?
4.
Siapa
pesaing yang paling berhasil dan gagal sepanjang waktu? Kenapa?
5.
Apa saja
kekuatan dan kelemahan tiap-tiap pesaing?
Evaluasi
pesaing dengan mempertimbangkan aset dan kompetensi mereka?
Analisis Pasar
Ukuran dan Perumtbuhan
1.
Pasar apa
saja yang penting dan akan menjadi penting?
2.
Bagaimana
karakteristik pertumbuhan dan ukurannya?
3.
Pasar apa
saja yang mengalami penurunan?
4.
Apa saja
yang menjadi pendorong trend penjualan?
Profitability
Bagi tiap market utama pertimbangkan hal-hal
berikut ini:
1.
Apakah
bisnis ini secara rata-rata perusahaan masih dapat mendatangkan keuntungan?
2.
Bagaimana
intensitas persaingan diantara perusahaan yang ada?
3.
Evaluasi
ancaman dari pendatang baru dan produk substitusi.
4.
Apa saja
yang menjadi bargaining power supplier dan konsumen?
5.
Bagaimana
daya tarik/keuntungan pasar saat ini dan dimasa yang akan datang?
Struktur Biaya
Apa yang menjadi biaya utama dan komponen
nilai tambah bagi beberapa jenis kompetitor?
Sistem Distribusi
Apa saja alternative channels distribusi?
Bagaimana hal tersebut berubah?
Trend Pasar
Apa saja trend yang ada di pasar?
Faktor-faktor Kunci Keberhasilan
·
Apa saja
faktor kunci, aset, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk sukses bersaing?
·
Bagimana hal
ini akan berubah dimasa yang akan datang?
Analisis Lingkungan
·
Analisis
lingkungan merupakan Analisis Eksternal empat dimensi. Perhatiannya adalah pada
trend lingkungan dan event yang secara potensial mempengaruhi strategi.
Analisis ini seharusnya mengidentifikasi trend dan event serta estimasi
kemungkinan dan dampaknya. Saat melaksanakan analisis ini, sangat mudah untuk
get bogged down in an extensive, broad survey of trends. Penting untuk
membatasi analisis pada area yang cukup relevan yang mempengaruhi strategi
secara signifikan.
·
Analisis ini
dibagi menjadi lima area: ekonomi, teknologi, hukum-politik, sosial budaya, dan
masa depan.
Ekonomi
·
Trend
ekonomi apa yang memiliki dampak pada aktivitas bisnis? (tingkat suku bunga,
inflasi, tingkat pengangguran, ketersediaan energi, tingkat pendapatan, dll)
Teknologi
·
Kearah mana
perkembangan teknologi yang ada saat ini?
·
Pengembangan
teknologi atau trend yang bagaimana yang mempengaruhi atau dapat mempengaruhi
industri kita?
Pemerintah
·
Apa
kira-kira regulasi yang akan berubah? Apa dampak hal tersebut pada industri
kita?
·
Pajak atau
insentif lainnya apa yang akan dikembangkan yang dapat mempengaruhi strategi
pengembangan?
·
Apakah ada
risiko stabilisasi politik atau pemerintah?
Sosial budaya
·
Apa saja
trend gaya hidup, fashion, dan komponen budaya lainnya yang saat ini muncul?
Apa implikasinya?
·
Trend
demografi apa yang akan mempengaruhi ukuran pasar dari industri? (tingkat
pertumbuhan, pendapatan, populasi) Apakah trend tersebut menimbulkan peluang
atau ancaman?
Masa Depan
·
Apa saja
trend dan event yang signifikan di masa depan?
·
Apa saja
area kunci ketidakpastian sebagai trend atau event yang memiliki potensi yang
berdampak pada strategi?
Analisis Internal
·
Memahami
sebuah bisnis secara mendalam adalah tujuan analisis internal. Analisis ini
didasarkan pada sumber daya dan kemampuan perusahaan.
Sumber Daya
·
Awalan yang
baik untuk mengidentifikasi sumber daya perusahaan adalah dengan melihat pada
sumber daya yang tangibe (tampak), intangible(tidak tampak), dan sumber daya
manusianya.
·
Sumber daya
tangible adalah yang paling mudah diidentifikasi dan dievaluasi: sumber daya
keuangan dan aset fisik teridentifikasi dan ternilai dalam laporan keuangan.
·
Sumber daya
intangible kebanyakan tidak nampak, tapi seringkali menjadi lebih penting bagi
perusahaan dibandingkan aset tangible karena menjadi sumber utama bagi
keunggulan perusahaan. Sumber daya intangible itu seperti aset reputasi (merk,
imej, dll) dan aset teknologi (teknologi yang layak, dan know how).
·
Sumber daya
manusia atau human kapital merupakan pelayanan tenaga produktif perusahaan
dalam jangka panjang berupa keahlian, pengetahuan, reasoning, dan kemampuan
pengambilan keputusan.
Kapabilitas
·
Sumber daya
tidak akan produktif jika berdiri sendiri. Tugas-tugas paling produktif yang membutuhkan
sumber daya tersebut dikerjakan dalam kebersamaan yang erat dalam tim. Bentuk
kapabilitas organisasional digunakan untuk menunjukkan kapasitas perusahan
dalam melaksanakan aktivitas produktif tertentu. Perhatian kita bukan pada
kapabilitas sendiri, tapi dalam kapabilitas relatif terhadap perusahaan
lainnya. Untuk mengidentifikasi kapabilitas perusahaan kita akan menggunakan
pendekatan klasifikasi fungsional. Klasifikasi fungsional mengidentifikasi
kemampuan perusahaan dalam hubungannya dengan masing-masing area fungsional
penting.
BUSINESS PLAN OUTLINE
Apakah
yang disebut studi kelayakan ? pertanyaan ini sering datang baik kalangan
internal bahkan pemilik usaha dan calon sponsor yang mendengar setiap proyek
yang ditawarkan kepadanya. Studi kelayakan merupakan penjelasan dasar atas
proyek yang didalamnya memuat informasi dasar tentang :
v
Penjelasan
event itu sendiri
v
Strategi
marketing
v
Proyeksi
laba rugi
v
Rencana
manajemen secara luas.
Studi
kelayakan pada dasarnya menentukan apakah materi event tersebut layak
dijalankan atau tidak. Layak disini berarti layak secara materiil dan layak
secara immateriil. Secara materiil berarti mendatangkan benefit bagi kita atau
perusahaan dalam bentuk uang dan pendapatan. Bahwa event yang akan dilaksanakan
secara teoritis dapat menghasilkan pendapatan dan lebih besar dari biaya yang
dikeluarkannya.
Layak
secara immateriil berarti secara operasional dan regulasi yang ada, event
tersebut tidak menimbulkan permasalahan
membatalkan pelaksanaannya. Misalnya, event tersebut tidak bertentangan
dengan peraturan daerah, kapasitas venue mencukupi, akses dan parkir mencukupi,
kebutuhan produksi dapat di penuhi dan resiko yan ditimbulkan dapat dikontrol.
Bagi
kalangan event manager yang baru, atau event yang diadakan event pertama atau
sekali tayang, studi kelayakan sangat diperlukan guna menganalisa berbagai
potensi dan kendala yang ada. Karena event manager harus mencari referensi lain
sebagai eprbandingan atas event yang sekali tayang atau event pertama tersebut.
Secara
prinsip, studi kelayakan ini bertujuan untuk mengetahui sejak awal potensi
resiko dibanding keuntungan yang didapatkan melalui event tersebut. Sehingga
memudahkan langkah selanjutnnya yang akan dipilih dan diputuskan oleh manajemen
dan oeprasional.
Elemen
utama dalam studi kelayakan adalah menyediakan pilihan beberapa model event dan
mendiskusikan implikasi dari model tersebut. Dibawah ini adalah contoh outline
studi kelayakan untuk event yang bersifat komersiil.
- Cover
- Latar
belakang dan Tujuan
- Daftar
isi
- Executive
Summary
- Deskripsi
Event
- Marketing
- Resiko
usaha
- Proyeksi
Laba Rugi
- Rencana
manajemen secaa luas
- Penutup
Secara
ringkas outline tersebut kan berisikan hal-hal dibawah ini :
- Cover
Cover atau sampul merupakan first impression
bagi orang yang melihat buku itu, jadi harus dibuat semenarik mungkin dengan
desain dan layout yang mendukung materi event.
- Latar
belakang dan Tujuan
Latar belakang dan tujuan berisikan tentang
penjelasan mengadakan event tersebut dan penjelasan secara ringkas atas project
yang akan diselenggarakan. Hal ini bertujuan untuk menentukan langkah
selanjutnya apakah event tersbut dijalankan atau tidak dan memerlukan perubahan
atau alternatif materi yang lainnya.
- Daftar
isi
Daftar isi digunakan untuk memudahkan pembaca
mencari topik yang dicarinya. Untuk itu setiap lembarnya harus diberi nomor
halaman.
- Executive
Summary
v Suatu ringkasan dapat memperkenalkan tujuan
utama dari sebuah rencana usaha. Panjangnya tidak melebihi dari tiga halaman,
dan ini adalah kunci utama dalam menjual suatu usaha. Tujuan dari suatu
ringkasan adalah untuk menarik minat pembaca dan menggambarkan peluang-peluang
usaha secara jelas dan menarik.
Ringkasan dikatakan lengkap jika didalamnya
sudah terdapat pernyataan-pernyataan singkat mengenai :
1.
Jenis event
yang akan dilangsungkan yan mencakup unsur : event apakah yang akan dilakukan,
kapan, dimana, event yang manakah dan bagaimana cara melakukannya.
2.
Ukuran dan
potensi dari suatu pasar
3.
Ringkasan
pendapatan dan biaya yang dijelaskan dengan singkat sumber-sumber pendapatan
yang besar dan biaya yang besar.

- Deskripsi
Event
Penjelasan tentang event merupakan amteri
dasar tentang produk yang akan kita tawarkan kepada konsumen. Dalam penjelasan
ini ada lima penjelasan khusus tentang :
a) Penjelasan
tentang materi, waktu dan audien
Materi event merupakan jantung dari event itu
sendiri, karena hal ini menjadi tolok ukur apakah event ini layak untuk di jual
atau tidak, layak untuk dilaksanakan atau tidak. Materi, waktu dan audien
merupakan satu kesatuan yang merupakan inti dari sebuah proyek. Dalam
penjelasan ini harus memuat :
v
Bentuk
event, personil, durasi dan skenario show
v
Apakah
dikelola sendiri atau dari promotor lain.
v
Alasan
pemilihan tanggal dan jam show
v
Segmen
audien yang dituju
b) Venue,
akses, kapasitas, parkir dan faktor penentu lainya
Pemilihan tempat dapat membuat terlaksananya
event atau tidak. Ini bukan cuma elemen operasional event – hal ini harus
melibatkan keinginan seluruh stakeholder. Marketing akan memainkan peranan
penting dalam pemilihan venue. Dalam
penjelasan venue ini harus mengungkapkan tentang :
§ Kapasitas yang bisa ditampung dibandingkan
dengan potensi pasar yang tersedia.
§ Aksessibilitas, parkir dan pengaturan arus
keluar masuk
§ Jangkauan venue terhadap pasar yang dituju
§ Regulasi pemerintah atas venue, sponsorship
dan keramaian
§ Referensi event-event yang menggunakan venue
tersebut
§ Kenyamanan, emergency dan keamanan pengunjung
c) Kebutuhan
produksi, dekorasi, logistik, akomodasi
dan keamanan
kebutuhan produksi yang menyangkut peralatan,
perlengkapan, tempat duduk, logistik, akomodasi terhadap suatu event terkadang
membutuhkan hal-hal yang khusus. Desain dan layout
lokasi atau venue merupakan bagian event management yang penting. Sedikit
sekali waktu yang tersedia untuk memperbaiki kesalahan desain atau layout. Dalam pembahasan ini harus
menerangkan tentang:
v
Aplikasi
tema dan kecukupan luasan panggung
v
Kemungkinan
penggunaan alat-alat khusus yang penting
v
Arus keluar
masuk artis, barang loading dan unloading, katering
v
Keamanan
tempat dari sisi kecelakaan, kehilangan dan show
d) Model
dan Alternatif materi event
Bagian paling penting dari studi kelayakan
event adalah perbandingan atas setiap pilihan – opsi atau model. Ada beberapa
perkiraan pada bagian ini yang dapat memberikan tinjauan yang cepat terhadap
poin-poin yang dibuat dalam studi. Perbandingannya harus menggunakan aspek
event yang sama
Sebuah opsi atau model matrix event dengan
jenis event tertulis diatas dan elemen event tertulis dibawahnya dapat membuat
perbandingan yang cepat. Elemen tersebut bisa biaya utama, target audien,
promosi, partner dan sponsor yang mungkin, dan risiko yang signifikan. Dalam
pembahasan ini mencakup:
· Alternatif event yang serupa
· Kelebihan dan kekurangan alternatif
- Marketing
a.
Marketing
Strategy
1.
Marketing
tools & marketing strategy
Kunci sukses dari sebuah marketing adalah
mengetahui sejauh mana konsumen kita tentang apa yang dia butuhkan, apa yang
dia sukai, dia tidak sukai, dan apa yang dia harapkan. Dengan melakukan
identifikasi hal-hal tersebut secara detil, maka kita dapat mengembangkan
program yang lebih efektif.
2.
Segmentasi,Target
pasar dan proyeksi pasar yang ada
Segmen pasar akan menentukan strategy
marketing dan kapitalisasi pasar yang ada, maka dari jumlah tersebut akan
didapat seberapa besar pasar yang mempunyai minat terhadap produk dan jasa yang
ditwarkan. Target pasar adalah calon utama audien event. Dengan mengenali
jumlah pasar yang ada maka akan semakin mudah untuk memproyeksikan jumlah
audien yang akan kita tuju. Proporsi antara pasar dan target audience menjadi
sangat penting untuk mengetahui kapasitas yang ada, apakah kaapsitasnya
berlebih atau bahkan kekurangan.
3.
Marketing
tool dan media plan
Marketing tool adalah perangkat yang dapat
digunakan untuk menunjang program marketing. Perangkat-perangkat ini dapat
digunakan seluruhnya atau hanya sebagian tergantung dari strategi yang
dijalankan. Dalam studi kelayakan perencanaan aplikasi perangkat ini disebut
media plan, yang merupakan penjelasan tentang kapan akan dimulai promosi, kapan
saat intenstas tinggi dan kapan saat reminder saja. Perangkat ini terdiri atas
:
v Advertising
v Public
Relations
v Direct
Marketing
v Word
of mounth
v Hospitality
4.
Industri dan
competitor yang ada
Dalam dunia event, persaingan antar satu
event dengan event yang lain merupakan hal biasa, bahkan terkadang
berhadap-hadapan venue. Persaingan ini akan sangat menentukan keberhasilan
event tentang sejauh mana strategi yang kita terapkan dan materi apa yang kita
suguhkan kepada audien. Ada kalanya semua pemain dalan event tersebut sama-sama
menang, karena segmen dan target pasar yang dituju berbeda. Ada beberapa
pertanyaan yang cukup membantu mengembangkan strategy terhadap kompetitor yang
ada :
·
Siapa saja
lima pesaing langsung yang terdekat ?
·
Siapa saja
pesaing secar tidak langsung yang ada?
·
Siapa target
pasar dan segmen mereka?
·
Apa
kelemahan dan kekeurangan mereka?
·
Apa yang
membedakan kita dengan mereka?
5.
Sponsor
Potensial
Sponsorship dapat berupa pemberian uang secara tunai
maupun kontribusi tertentu dan harus diberikan selama program event, dalam iklan cetak atau situs
partner seperti yang ditentukan oleh panitia . Di indonesia khususnya sponsor
merupakan mitra utama dalam penyelenggaraan event. Boleh dikatakan tanpa
sponsor boleh dikatakan bahwa event yang dilaksanakan tidak cukup berhasil.
Bahkan kita harus merubah kaca mata bahwa kita berada disisi mereka dengan cara
menjelaskan:
· Sponsor apa saja yang selaras dengan produk
dan audien kita?
· Kompensasi apa saja yang dapat kita berikan
untuk sponsor?
· Seberapa berhasilkah kita meyakinkan sponsor
bahwa acara yang kita selenggarakan sukses dan memberikan dampak positif bagi
mereka?
- Resiko
usaha
Dalam industri event sebagaimana juga industri lain yang project based, identifikasi dan manajemen risiko menempati
prioritas tertinggi bagi manajemen. Resiko adalah keadaan dan hal-hal yang
memberikan dampak negatif, mengganggu bahkan membatalkan event itu sendiri.
Untuk mengetahui tentang resiko, dalam studi kelayakan ini perlu dijelaskan
sumber resiko terbesar yang paling mungkin terjadi. Untuk itu diperlukan :
- Identifikasi resiko
- Rencana Kontijensi
- Proyeksi
Laba Rugi
Proyeksi laba rugi merupakan hal yang wajib
dalam setiap studi kelayakan. Proyeksi laba rugi merupakan penjelasan tentang
sumber-sumber pendapatan yang dapat diidentifikasi dan dimanfaatkan secara
optimal guna mendanai proyek dan mendapatkan keuntungan darinya. Didalam
proyeksi laba rugi ini pada umumnya dijelaskan secara ringkas apakah proyek ini
menguntungkan atau merugikan dan seberapa besar potensi yang dihasilkannya.
Dengan menegetahui segmen pasar yang dituju dan kompetitor yang ada, perusahaan
dapat menetapkan strategi harga yang dijalankan dengan prinsip cost base
revenue atau cost to value.
v
Sumber-sumber
pendapatan ini dapat berasal dari :
·
Harga tiket
·
Distribusi
·
Sponsorship
·
Food &
beverages, souvenir, photo session dan lainya
v
Biaya
· Artis/materi
· Produksi
· Trasportasi/akomodasi
· Food and beverages
v Dan lain-lain
· Analisa Breakeven
· Pro-forma laba rugi
· Pro-forma cash flow
- Rencana
manajemen secaa luas
Event
merupakan salah satu alat yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai
tujuannya. Oelh karena itu jika event
yang dilaksanakan mempunyai tujuan yang lebih besar, manajemen dapat memberikan
keterangan tambahan di proposalnya. Misalnya bahwa event ini sebagai sebuah
bentuk kegiatan corporate social responsibility bagi perusahaan dimana
didalamnya akan ada sebuah program-program yang perlu disampaikan secara
langsung kepada masyarakat.
- Penutup
Penutup
berisi tentang ucapan terima kasih dan contact person, alamat perusahaan dan pengalaman-pengalaman event yang pernah
dilaksanakan.
No comments:
Post a Comment